Pada awal Juni, Lingkar Remaja Inklusif Cirebon menyusun kembali alur kelas keterampilan agar peserta dapat belajar dengan tempo yang lebih nyaman. Relawan fasilitator membagi sesi menjadi praktik singkat, diskusi kecil, dan waktu refleksi supaya kebutuhan aksesibilitas dapat dicatat tanpa membuat peserta merasa diburu.
Kegiatan ini juga menjadi ruang latihan dukungan teman sebaya. Beberapa peserta mencoba peran sebagai pendamping kelompok, sementara relawan mencatat alat bantu sederhana yang perlu disiapkan untuk kelas berikutnya. Semua catatan dalam artikel ini adalah data contoh synthetic untuk membuat halaman beta terasa lebih hidup.
